Beranda Artikel Adakah Sosok Ayah dalam Jiwa Anak Anda?

Adakah Sosok Ayah dalam Jiwa Anak Anda?

Anak bukan hanya urusan ibu. Ayah pun berhak dan memiliki tanggung jawab dalam proses pengasuhan anak.

Pandangan yang menyatakan bahwa tugas ayah adalah bekerja dan mencari nafkah, sementara tugas ibu adalah mengasuh anak hanya separoh benar. Dalam proses parenting, kehadiran Ayah sama pentingnya dengan kehadiran Ibu dan masing-masing berperan penting dalam proses tumbuh-kembang anak.

Berikut ini diantaranya peran dan kontribusi ayah dalam perkembangan anak:

Peran Ayah & Perkembangan sosial-emosional

Keterlibatan ayah sejak dini pada masa-masa penting perkembangan anak adalah sumber keamanan emosional bagi anak. Perlakuan ayah yang penuh cinta pada bayi sangat berkontribusi pada rasa aman pada anak.
Ketika ayah mengenali respon emosi anak dan membantu mereka menyelesaikannya dengan pendekatan penyelesaian masalah (problem-solving approach), anak-anak akan memiliki nilai tes Kecerdasan Emosi (EQ) yang tinggi.

Ayah yang mengisi waktu berkualitas bersama anak meningkatkan kenyamanan-diri, kepercayaan diri, kompetensi sosial dan keterampilan sosial anak.

Anak yang memiliki hubungan dekat bersama ayahnya memiliki kenyamanan-diri (self-esteem) yang lebih tinggi dan memiliki kecenderungan lebih sedikit merasa depresi.
Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak sebelum usia sekolah dapat memberikan perlindungan psikologis terhadap ketidakmampuan menyesuaikan diri ketika mereka menjalani masa remaja.

Peran Ayah & Perkembangan Kecerdasan Anak

Sejumlah studi menunjukkan bahwa ayah yang terlibat, mengasuh, dan bercanda dengan bayi-bayi mereka, membuat anak-anak mereka kelak memiliki IQ yang lebih tinggi, serta kapasitas bahasa dan kognitif yang lebih baik.
Pengasuhan ayah lebih cenderung mempromosikan kemandirian dan eksplorasi anak mereka dunia luar daripada ibu.
Ayah lebih sering menemukan cara-cara baru dan tak terduga untuk bermain dengan mainan akrab, yang memperluas cakrawala kreatif anak mereka.

Peran Ayah & Perkembangan Motorik Anak

Bayi enam bulan yang memiliki ayah yang terlibat dalam pengasuhannya memiliki nilai lebih baik dalam perkembangan motoriknya.
Ayah memiliki kecenderungan melakukan permainan one-on-one, keras dan cenderung terlihat “kasar” dibanding ibu, namun dapat mendukung perkembangan motorik anak dan memberikan kesempatan pada anak mengeksplorasi hal-hal yang bisa dilakukan tubuh mereka untuk bertahan atau membela dir, serta membantu mereka mengatur emosi saat terlibat atau menghadapi interaksi fisik impulsif.

Ditulis oleh: ReZa Friska

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.